DenganPattern kamu bisa membuat foto keren. Membuat efek foto mosaic dengan pattern photoshop. Cara menggunakan dan membuat pattern di photoshop. Kumpulan Tutorial. CorelDRAW. Pemula; Menengah; Profesional Nilai position yang harus sobat buat agar menjadi garis guide hingga ujung adalah 12,5%, 25%, dan seterusnya hingga 87,5%.
Beberapasitus yang tersedia bisa diakses secara online dan. Brosur adalah suatu media yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi tertentu. Cara Mudah Membuat Foto Jadi Kartun Pengeditan Foto Kartun Gambar Inilah contoh yang banyak terjadi di Indonesia. Cara mengubah foto menjadi gambar kartun. Itu tadi cara share link Google Drive yang bisa kamu praktekkan.
BagiAnda yang ingin menjadi salah satu content creator yang populer dan sukses. Berikut cara membuat video pendek yang menarik. 1. Buat username yang unik. Sebuah username yang unik bisa membuat profil kamu terkesan dan mudah diingat oleh khalayak. Biasanya orang akan mengingat username yang pendek dan menampilkan identitas diri dan karakter kamu.
MenyimpanFile atau Hasil Kerja. #1. Pilih File > Save untuk menyimpan dokumen untuk pertama kali. Tapi jika sobat ingin menyimpan file tersebut sebagai file baru pilih File > Save As. #2. Tentukan lokasi penyimpanan file tersebut. #3. File name isi dengan nama file tersebut.
hallogaess kali ini aku akan berbagi tips bagaimana cara buat poto slides dengan profesional, cinematic,dan
JasaEdit Foto / Video Cinematic untuk Price List Daftar Harga Pekerjaan : Membuat Desain Foto / Desain Video Cinematic Membuat Daftar List Harga (Price List) Produk Total Produk : ± 50 Produk (5-10 Kategori) Dibutuhkan yg berpengalaman dan ahli dalam bidangnya tidak asal-asalan dalam mengedit
Pertamaadalah penggunaan Anamorphic Bar atau garis hitam di bagian atas dan bawah layar agar video terlihat menjadi melebar. Anamorphic Bar dapat kamu download di internet dengan format PNG. Sehingga nantinya tinggal kamu tempelkan pada saat editing.
Teknologidigital membuat proses pewarnaan gambar atau coloring semakin mudah. Di software editingmu, aplikasikan LUT (look up table) ke footage-footage yang akan anda rekam. LUT akan membuat gambar anda semakin sinematik. Begitulah kira-kira tips cara membuat video cinematic dari kami. Bagaimana pendapatmu?
7oahOCF. â Membuat video cinematic membutuhkan teknik tersendiri, agar bisa menghasilkan alur transisi yang menarik. Nah, kami akan memberikan tips cara membuat video cinematic menggunakan HP dengan teknik camera movement. Sama seperti mengambil foto, perlu waktu bagi kita untuk bisa merekam video dengan baik dan benar agar dapat menghasilkan video yang berkualitas. Untuk masuk ke tahap tersebut, tentu kita harus mempelajari berbagai teknik dasar kamera dalam merekam video, seperti teknik pengambilan video cinematic. Nah, dalam tulisan kali ini timĂ mau membagikan tips 7 cara membuat video cinematic menggunakan kamera HP. Ketujuh teknik ini bisa dibilang teknik dasar pengambilan gambar dalam sinematografi, namun sangat bisa Anda aplikasikan sebagai cara membuat video cinematic dengan HP. Sehingga goals-nya atau tujuan akhirnya, Anda dapat merekam video cinematic yang berkualitas, dan dapat memberikan cerita serta mampu memukau siapapun yang menyaksikannya. Yuk simak cara membuat video cinematic menggunakan HP dengan teknik camera movement.! Baca juga 5 Tips Rekam Video Pakai Smartphone Ala Jay Subiakto 1. Pan Teknik membuat video cinematic pertama adalah Pan atau Panning, yang merupakan teknik menggerakkan kamera secara horizontal dari satu sisi ke sisi lainnya, baik dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Teknik ini terpaku pada poros atau titik tertentu, karena yang berubah hanya arahnya saja kiri â kanan atau sebaliknya. Jika ingin memperlihatkan keadaan sekitar pada video yang direkam atau membangun kesan lokasi pada cerita yang coba Anda ambil, teknik merekam gambar dengan smartphone yang paling sesuai adalah Panning. 2. Tilt Teknik pengambilan gambar Tilt sebenarnya sama dengan Pan. Bedanya, Tilt menggerakkan kamera secara vertikal, dari atas ke bawah ataupun sebaliknya. Sama dengan Pan, kamera harus diam atau terpaku pada satu titik tertentu. Agar pengambilan gambar atau video menjadi baik dan stabil, maka kita harus menggunakan alat, yaitu tripod atau alat bantu lainnya. Tugas Anda hanya menggerakkan sudut kamera saja, bukan posisinya. Cara membuat video cinematic di HP ini sendiri sangat berguna bagi Anda yang ingin memperlihatkan karakter atau detail dari objek utama. 3. Dolly Foto Dolly merupakan teknik pengambilan video yang cukup tricky alias cukup sulit untuk dilakukan apabila kamera smartphone kurang mumpuni. Sebab, Dolly merupakan teknik dimana Anda menggerakkan kamera untuk mendekati dan menjauhi objek utama. Tunggu, ini bukan seperti teknik Zoom, karena itu bakal kami jelaskan di bagian lainnya. Dolly cenderung memberikan ilusi kepada penonton bahwa mereka sedang berjalan menuju objek utama, yang tentu saja dapat memberikan pengalaman visual yang berbeda kepada mereka. TeknikĂ membuat video cinematic ini juga dapat memberikan visual dengan efek yang mengalir jika dilakukan dengan benar. Itu karena, Dolly memungkinkan Anda untuk merekam objek lain yang bergerak di sekitar objek utama. Baca juga 5 Tips Bikin Foto Bokeh Artistik, Nomor 3 Paling Menentukan 4. Zoom Nah, teknik Zoom ini bisa dibilang 11-12 dengan Dolly. Bedanya, Zoom memperbesar titik fokus tertentu pada frame gambar, dan bisa dilakukan secara software bukan membawa kamera untuk mendekati atau menjauhi objek utama. Yang paling populer dan mungkin mudah diaplikasikan adalah teknik zooming cepat untuk memberikan kesan dramatis pada video apabila dilakukan dengan benar. Apabila ingin video lebih terlihat kreatif, biasanya teknik ini dapat digunakan untuk memperbesar atau memperkecil objek yang tidak terduga. 5. Truck Teknik membuat video cinematic kelima adalah Truck. Teknik ini bisa dibilang perpaduan antara Pan dengan Dolly. Ya, teknik ini mengharuskan Anda untuk menggerakkan seluruh kamera ke kiri dan ke kanan, atau sebaliknya. Jika di film, teknik ini sering digunakan untuk mengikuti karakter utama dalam aksinya. Biasanya, kru film menggunakan semacam trek atau disebut sebagai fluid motion track dan menyimpan kamera di atasnya agar bisa mendapatkan gambar yang stabil saat mengikuti aksi karakter utama. 6. Pedestal Mirip seperti teknik Truck, Pedestal menggerakkan kamera ke atas dan ke bawah atau sebaliknya. Teknik ini berbeda dengan Tilt yang hanya mengubah sudut kamera menjadi naik dan turun. Teknik membuat video cinematic ini biasanya digunakan untuk menampilkan objek yang tinggi, seperti gedung-gedung bersejarah yang membuat penonton dapat melihat seluruh detail objek utama dari bawah sampai ke atas. Agar sempurna, teknik ini perlu aksesoris pendukung seperti gimbal agar hasil video tetap stabil tanpa adanya goyangan yang merusak atau menurunkan kualitas video. Baca Juga Rekomendasi HP yang Bagus untuk Merekam Suara 7. Rack Focus Teknik terakhir adalah Rack Focus. Teknik ini bisa dibilang jarang diaplikasikan oleh para videografer pemula, karena cukup tricky untuk dilakukan. Teknik ini intinya menyesuaikan lensa kamera untuk memberikan efek buram atau tidak fokus pada objek utama, kemudian secara perlahan membuatnya terlihat lebih tajam, fokus, dan detail. Rack Focus juga bisa diaplikasikan dari fokus menjadi buram untuk secara efektif mengubah fokus penonton dari satu objek ke objek lainnya. Tonton juga video teknik membuat video cinematic Ya, itu dia 7 teknik camera movement saat mengambil video. Tapi perlu diingat, seluruh teknik ini punya kendala yang hampir sama, yakni pengambilan gambar yang bisa saja tidak stabil. Ya, ada beberapa penyebabnya, seperti tangan yang tremor, kamera smartphone tidak dilengkapi Optical Image Stabilization OIS atau Electric Image Stabilization EIS, dan lainnya. Kami sarankan, Anda menggunakan HP yang telah memiliki fitur super steady camera yang berguna untuk teknik pengambilan video cinematic juga tersedia di berbagai smartphone keluaran terbaru. Jadi, silakan pilih yang cocok dengan Anda. Tapi jika tidak punya HP dengan fitur tersebut, Anda harus menggunakan tripod, gimbal, atau aksesoris pendukung lainnya. Anda bisa menggunakan aksesoris kamera smartphone terbaik seperti yang kami rekomendasikan. 5 Aksesoris Kamera HP Terbaik untuk Bikin Video Cinematic 1. Tripod Tripod sudah menjadi aksesoris kamera HP yang wajib ada. Tripod memudahkan Anda untuk mengambil gambar dengan lebih stabil, dibandingkan dengan cara memegangĂ smartphoneĂ secara langsung. Tripod yang ada saat ini juga sudah jauh lebih canggih. Yang terbaru, tripod sudah dilengkapi dengan Bluetooth sehingga semakin memudahkan Anda menggunakan peralatan fotografi HP tambahan. Ini memungkinkan penggunanya dapat mengatur pengambilan gambar diĂ smartphoneĂ dalam posisi yang lebih jauh dan tidak harus memegangĂ smartphoneĂ secara langsung. 2. GorillaPod Siapa yang tak kenal aksesoris satu ini? Aksesoris kameraĂ smartphoneĂ tersebut begitu memudahkan pengguna untuk mengambil gambar di berbagai kondisi dan medan. Tak perlu lagi khawatir mencari bidang datar untuk meletakkanĂ smartphoneĂ supaya stabil. Sekilas, desainnya mirip dengan tripod pada umumnya. Hanya saja, GorillaPod memiliki kaki-kaki yang ĂąâŹĆberototĂąâŹÂ dan bisa diatur sesuai keinginan. Guna memudahkannya, bisa diletakkan di mana saja. Mulai dari bidang yang tidak rata, hingga digantungkan di dahan pohon. Baca jugaĂ Tips Foto Bokeh dengan Smartphone, Biar Lebih Maksimal 3. Lensa Makro SmartphoneĂ baru masa kini sudah dilengkapi dengan lensa makro, yang bisa digunakan untuk mengambil gambar detail objek dari jarak yang sangat dekat. Namun, apabilaĂ smartphoneĂ Anda belum memiliki fitur kamera makro, Anda bisa memanfaatkan aksesoris lensa makro yang tersedia di pasaran. Lensa makro dapat Anda gunakan untuk memotret objek dari jarak yang sangat dekat. Dengan bantuan lensa makro, Anda dapat memperoleh gambar dengan detail fokus yang tinggi meski hanya menggunakanĂ smartphone. Lensa ini sangat cocok untuk mengabadikan gambar seperti bunga, serangga dan objek berukuran kecil lainnya. 4. Water case Nah, kalau aksesoris kamera HP satu ini bisa Anda andalkan untuk mengambil foto dalam CaseĂ ini melindungiĂ smartphoneĂ Anda dari air, sehingga dapat leluasa untuk memotret di dalam air. Baca jugaĂ Harus Ada, Ini 5 Fitur Wajib Kamera Smartphone Kekinian Smartphone high-endĂ biasanya sudah dilengkapi dengan sertifikasi IP68, yang berarti tahan debu dan air. Nah, walaupunĂ smartphoneĂ Anda tidak memiliki IP68, Anda tetap bisa memotret dengan mudah di dalam air dengan bantuanĂ watercase. 5. Shutter Bluetooth Aksesoris kameraĂ smartphoneĂ yang terakhir adalahĂ shutterĂ Anda tidak perlu repot-repot mencari bantuan orang lain untuk mengabadikan foto bersama keluarga, taman, atau orang terkasih. Aksesoris ini bisa bekerja dengan maksimal saat dikombinasikan dengan tripod atau GorillaPod. Sebelum memulai sesi foto, terlebih dahulu Anda harus mengintegrasikan shutterĂ keĂ smartphoneĂ dengan menggunakan koneksi Bluetooth. Kemudian, tentukan jarakĂ smartphone dengan posisi pemotretan yang Anda inginkan. Saat posisi dan jarak pemotretan dirasa sudah pas, tinggal tekan tombol shutterĂ untuk membuat kameraĂ smartphone memotret Anda. Sangat mudah bukan? FHP
Much like scenes from our favorite films, cinematic photography can evoke an emotional response in the viewer. Cinematic photography is a style of photography that emulates stills or frames from movie scenes. It is a highly effective storytelling technique that can create images with depth and are many ways to create a cinematic style photo. Paying attention to your photos when shooting and post-processing is a must. Cinematic photos can be either portrait or landscape. But they always evoke a particular mood. Want some tips on how to create beautiful cinematic photography? Read on! How to Create Portraits That Look Cinematic Creating cinematic photos is about so much more than slapping on a filter in post-processing. The first step to making your images cinematic is to take control of your camera. Modern cameras have come a long way. Digital cameras allow us to shoot with full control and versatility. You may want to shoot a dynamic HDR image to emulate modern movies. Or perhaps try to make your photos look vintage and grainy, like classic Hollywood films of the past. Photographers now have the gift of playing and creating stunning moments worthy of the cinema in different ways. Cinematic photography © Ainsley DS Photography. Taking a Cinematic Photo Great care and detail need to be taken when shooting stills to look like a movie. To achieve an effective cinematic look, photographers need to pay attention to what they are shooting and how they are doing it. That includes light, subject matter, and composition. As well as many other smaller elements that help create an interesting image. Here are some tips on how to control your photo-taking process to get amazing cinematic shots in your camera. © Ainsley DS Photography. Look for Cinematic Photography Inspiration For film lovers, this is a distinctly fun part. Before you even pick up your camera, re-watch some of your favorite movies. Pay attention to the scenes that capture your attention. What is it about them that holds you in that scene? What makes the frame work? Note down the differences in styles. What makes them recognizable? Is it the color grading, the angles, or the composition? What makes a beautiful, professional movie? You may also want to research cinematic and stills photographers from your favorite films. These are quite different from video screen grabs. Stills images are taken by a special photographer on set. Therefore, even more control and thought has gone into the final photographs. Pay attention to things like composition, color grading, angles, subject choice, and lighting. Look at the aspects of the film that you might want to emulate in your own cinematic photography. Then, start coming up with a plan of how you will do this. Will you focus on street photography? Controlled portraits? Or will you take a bit of inspiration from films like Nomadâ and seek out rolling landscapes? Photography inspiration â Shanghai © Ainsley DS Photography. Shoot Horizontal It goes without saying that cinematographers shoot movies horizontally. So if we are aiming to take cinematic photos, we should also do the same. Use the grid on your screen to make sure the elements in your photo fit into the frame of a wider aspect ratio. Cinematic photo of a beach in Italy © Ainsley DS Photography. Control Your Composition Notice how cinematographers control their frame to achieve balance. Some of the most beautiful scenes in films are the simplest. They simply have well thought out composition. Use these same principles to add depth to your photo. Cinematic portrait © Ainsley DS Photography. Consider Cinematic Photography Lighting Just like in photography, lighting is an essential aspect of in films is very well thought out and controlled. There are teams of people who work behind the scenes to control every aspect. But it doesnât always have to be that complicated. You can create effective lighting without the Hollywood set, you just have to put a bit of thought into it. Use those same lighting techniques to help create cinematic feelings in your images. Light is important because it helps create a mood. For instance, soft lighting can make a scene look dreamy and airy. Hard lighting with harsher contrast creates a bit of drama in the photo. Itâs crucial to think about your narrative and what your lighting will add to your cinematic portraits. For a smooth look, use soft lighting that comes from a large source. On a cloudy day, clouds diffuse the light and give us soft light. Or you can try shooting with natural window light when the sun is not streaming directly into a room. You may also want to try working with a softbox. Softboxes are a form of artificial light that spreads light over a large surface, creating a soft light. Hard lighting comes from a small artificial light sourceâfor instance, direct sunlight on a bright day. Donât be afraid to play around with artificial lighting that isnât in a traditional studio setup. Neon signs and the glow of their light can give you a cool, futuristic effect. Think of films like Blade Runner for cool, neon inspiration. Nighttime street photography â Auckland, NZ © Ainsley DS Photography. Consider the Time of Day Although a bit harder to control than artificial lighting, the weather and time of day make a huge difference to your cinematic photography. Thereâs a reason most horror films are set in the dark or at night time. Stories in movies always seem even sadder when theyâre set in rainy, full grey days. The same can be true with your images. If you want to shoot a cinematic look with a happy feel, you may want to shoot during the golden hour. The time of day and the light it provides can make a huge difference to your photos. Evening photography â Muriwai Beach, NZ © Ainsley DS Photography. Use A Wide Aperture There is always a nice depth to a scene in movies, which allows us to focus on the main subject. This way, the background does not distract the viewer. You should use the same formula should when taking a cinematic photo. This can be achieved by using a wide aperture. Prime lenses are sharp and create a nice bokeh effect in your photo. This means your background will be softer and your main subject sharper. This shallow depth of field draws our eye to the main subject. Prime lenses like 35mm, 50mm, and 85mm are the most popular for portraits and street photography. These lenses usually have an F stop of about or This sharpness makes them great lenses to isolate your subject and control the narrative of your photo. Alternatively, you can use a fast zoom lens with a wide aperture. A zoom lens is beneficial for street photography as it allows you to focus on your subject without getting too close. This means you can get discrete but interesting cinematic shots without shoving a lens in someoneâs face. Itâs important to control the aperture so that the background is soft but not unrecognizable. The background should be blurry enough not to distract your main subject, but its presence should still add to the photo. The background is still an important part of the story you are trying to tell as it provides context to the scene. Wide aperture photograph â Auckland © Ainsley DS Photography. Shoot Your Photos in RAW If youâre still shooting in JPEG, itâs time to improve your photography. Shooting in JPEG significantly compresses your images which means you lose vital details in your photo. This can make it harder when trying to edit your photos to have a cinematic look. Shooting in RAW records much more information. This means you have maximum control of your editing in post-processing, as you have more to work with. Being able to edit RAW produces much higher quality images like what would expect from a film. Street in Paris © Ainsley DS Photography. Think About Cinematic Photography Mood & Subject Choice A cinematic photo should leave the viewer wanting more. What was going on in the moments before and after the shot that evoked this feeling? What does the shot say? Ideally, your cinematic photo will provoke an emotional response. It should be something that the viewer can connect with so that they understand the about a narrative. What are you trying to say in your image? What story are you trying to tell? Try to capture an emotion in your photography. Emotion doesnât have to be seen in a face. You can create emotion with the subject choice and framing. A key skill to creating cinematic photography is to be observant. Many cinematic-style photographs are best shot in street photography or candid situations. This is because, just like in a film, the subject is either unaware or not acknowledging the camera. This helps it feel more like a real cinema still. Almost as though you have captured a raw moment from a movie and made it into a stunning photo. If you are using a model, let them know what kind of story or mood you are trying to portray in your cinematic photo. © Ainsley DS Photography. Pick a Cinematic Photography Theme & Shoot a Series If you really want to get into cinematic storytelling, follow the formula of a film and capture a range of images to tell a story. Like a movie, use a variety of compositions to keep the viewerâs interest. For example, movies will often start with a wide-angle to set the scene. This gives us a good overview of the environment and begins to build a will then begin to build on the story by going in for a medium shot of their subject. This helps show more detail and helps the viewer begin to develop a relationship with the subject. This is also when we can start to convey a deeper mood in our photo. If you follow that with a close-up photo, you get a sense of emotion and intimacy between the viewer and the subject. This sort of storytelling sequence used in film will help create a narrative. This formula couples nicely with the cinematic photo you wish to create. Telling a story â Portugal © Ainsley DS Photography. Editing and Post Processing Cinematic Photos Now that you have captured the perfect cinematic photograph in-camera, youâre ready to fine-tune your image on the computer. Editing and post-processing is an important part of giving your photo an overall cinematic feel. There are several tips and techniques that will help you get your shots looking like something straight out of the movies. There is no one formula for editing cinematic images. Practice different methods and see what works for your photos. It may be having low highlights and desaturated images, or perhaps you find that vibrant, high contrasted editing works best. It all depends on the image you took on your camera and the story you are trying to fun and get creative! Use Cinematic Filters and Presets An easy way to get a cinematic look on your images is to use filters and presets in post. The Cinematic Lightroom Presets are simply added to your already cinematic photo. With so much variety in a package, you still have lots of freedom to play around and get creative. These are a great way to achieve a cinema look without the hassle of trying to control every bit of your shot in Lightroom on your own. Play Around With Tones and Colors Color grading is what helps a film feel cohesive and establishes a certain look and feel. Almost every film has its own set color palette that it will work from. This color palette is what makes a film recognizable. Itâs how we instantly know a Wes Anderson film from a Quentin Tarantino one. The color and tone used in cinema has a large effect on the feel or mood you are trying to convey. For example, cold colors evoke feelings like sadness, isolation, and hopelessness. In comparison, warmer colors could mean vibrancy, nature, peace. Tones like red could mean danger, and yellow could convey heat. We see this in films like the Bond Series, where different tones are used depending on the country the scene is set in. Control the skin tones and natural elements with realistic colorization unless you are going for a real sci-fi look of course. Consider black and white if youâre looking to emulate the older cinematic style. There is no limit in expression if you are editing a photo to be in black and white. Even with monotone shots, you can still get creative with highlights, lowlights, contrast, exposure. One look at older black and white movies will be an illustration of how a photo or still from a movie can still have its own unique, recognizable style. This is because of the control the photographer has over these elements. Monochrome cinematic photo style works especially well for street photography. Taking inspiration from a famous scene in James Bond, Casino Royale â Thailand © Ainsley DS Photography. Control Clarity and Details Think about what kind of story you are trying to tell and compare that to some of your favorite movies. Do they look gritty and harsh, or are they soft and a bit hazy? If you are going for a more romantic feel, you may want to consider decreasing the clarity to create a soft image with a whimsical atmosphere. If you want something a little more intense, try increasing the grain and clarity bit by bit. This can work especially well for street photography. Increased clarity is also a great tool if you have a portrait with lots of character or depth. Add some grain to your image to really create that old film photography look. Think of some of your favorite black and white film stills and how they created their iconic look. Black and white cinematic image â Cuba © Ainsley DS Photography. Crop the Aspect Ratio for a Cinematic Shape Cropping your image is a quick and easy way to create a cinematic photo look. Using a cinematic ratio will help your viewer subconsciously associate the photo with a video still as it is the same format we view movies. This can be easily done in Lightroom, Photoshop, or any other photo editing ratio of is the classic frame that cinematographers will often use. Whereas the ratio of 169 is most common for wide-screen films. Editing for a cinematic ratio â Mexico © Ainsley DS Photography. Add Black Horizontal Bands Black bands on the top and bottom of your wide shot will also help the viewer associate the image with a video still. A smart tip is to crop your image at and then put it on a black document at 169. This will give you a black band around your image. This will help to give it even more of a cinematic feel and frame the photo nicely. Black bands add to the feel of a cinematic look â Paris © Ainsley DS Photography. Conclusion Cinematic photography is a unique and artistic way of storytelling. There are many ways to make a stunning cinematic photo. The process involves careful consideration and control over your environment and post-processing. But a little bit of luck comes in handy too. Practice different processing and editing methods to achieve different results. We would love to see what cinematic photos you create! Post your cinematic shots on social media and tag us so we can see what stunning cinematic shots you take.
Pemrosesan foto merupakan bagian yang sangat menyenangkan dan penting dalam fotografi. Itu dapat membantu memoles sebuah file RAW yang tampak datar menjadi sesuatu yang dibanggakan. Dengan membuat foto tampak unik terkadang dapat menjadi sangat menantang, dan tidak mengherankan bahwa memberikan tampilan film pada foto sangat populer. Itu tampak mengesankan, dan dapat memberikan sensasi drama dan keaslian. Yang terpenting, setiap orang memiliki ide yang berbeda mengenai tampilan film, sehingga itu merupakan sebuah peluang yang baik untuk membuat gayamu sendiri, dan memberikan tiap foto sebuah warna, tone, struktur grain dan sensasi yang unik. Di dalam tutorial ini, saya akan menunjukkanmu cara memproses foto digital, dan mengubahnya menjadi keajaiban asetat selulosa. Kita akan menganalisis cara berbeda yang dapat kamu lakukan dalam menggunakan efek-efek ini pada fotografi, bagaimana kamu dapat meniru film favorit, dan proses yang terlibat dalam mendapatkan tampilan film tersebut. Tampilan Film Ada berbagai jenis tampilan film yang dapat kamu capai melalui paska produksi. Kamu dapat meniru film favoritmu, atau membuat tampilan yang benar-benar baru yang menampakkan dirimu sebagai fotografer. Adalah variasi ini yang membuat proses editing menjadi sangat menyenangkan. Hampir seperti syuting film, kamu tidak tahu persis bagaimana hasil akhir hingga kamu melihatnya. Ada situasi tak terhitung dimana tampilan film dapat memiliki efek emosi yang ditampilkan, dan mood. Fotografi pernikahan merupakan genre yang sangat populer yang mengambil manfaat dari ini, dan itu dapat menjadi sebuah cara untuk memberikan momen spesial dan berkesan pada klien yang tampak tidak lekang oleh waktu. Fotografi jalanan merupakan contoh lain dari genre fotografi yang bagus dimana pemrosesan film berkerja dengan baik. Itu memiliki nuansa kasar dan realistis ketika dilakukan dalam cara tertentu, memberikan tampilan dokumenter pada foto yang benar-benar melengkapi genre ini. Itu berkerja khususnya ketika foto jalanan diubah menjadi hitam putih, yang memfokuskan penonton pada apa yang terjadi dalam pemandangan dan membuang gangguan yang dapat muncul dalam area yang dibentuk. Warna maupun hitam putih, merupakan pilihanmu untuk menentukan tampilan apa yang ingin kamu capai, jadi mari kita mulai. Beberapa Catatan Ketika mengedit foto, penting untuk melakukannya secara non-destruktif, yang berarti kamu tidak mengubah foto original secara permanen. Untuk melakukan ini, saya akan menggunakan adjustment layers dan smart objects sepanjang tutorial ini, jadi pastikan untuk mengikutinya. Penting juga bahwa kamu menggunakan sebuah foto yang telah dipotret dalam format raw, karena ini memberikanmu lingkup paling banyak untuk editing. Foto warna akan kurang cenderung untuk clip, dan highlights and shadows lebih mudah dikendalikan tanpa melibatkan noise dan banding buatan yang tidak diinginkan. 1. Memilih Foto Yang Tepat Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, ada banyak genre yang berkerja dengan baik pada tampilan film, jadi lakukan eksperimen dengan banyak foto berbeda ketika mengikuti tutorial ini. Saya memilih foto lansekap urban ini. Saya rasa ini merupakan kandidat sempurna untuk film toning dikarenakan warna tegas dan komposisi yang sederhana. Saya ingin menggunakan tampilan film untuk memberikan nuansa tak lekang waktu. Pastikan ketika memilih foto itu memiliki sebaran bayangan, midtones dan highlights yang masuk akal, karena jauh lebih mudah untuk mengerjakannya nanti di dalam tutorial ini ketika mengedit tone. Sekarang, import fotomu dalam dokumen baru dalam Photoshop. 2. Temukan Tampilan Yang Kamu Inginkan Kita akan menggunakan sebuah teknik untuk mencoba dan meniru tone dan warna foto yang ada untuk mendapatkan sebuah tampilan yang mendekati roll film sebenarnya. Pertama-tama, temukan sebuah foto di internet atau dari koleksi fotomu sendiri yang dipotret dalam film, dan memiliki tampilan yang ingin kamu coba buat ulang. Saya akan mencoba membuat ulang tampilan film warna Lomography 35mm. Tone birunya cukup kuat dan ada sentuhan magenta yang terlihat dalam sorotan. Ada juga tone hijau kaut yang tampak. Berikutnya, import foto yang ingin kamu replikasikan ke dalam dokumen Photoshop, dan tempatkan itu di atas fotomu sendiri seperti yang ditunjukkan dalam screenshot. Beri nama layer ini Replicateâ. 3. Masking Berikutnya, untuk memastikan kamu tidak mempengaruhi foto yang ingin ditiru, lakukan masking. Untuk melakukan ini, gunakan Rectangular Maquee Tool dan tarik seleksi di sekitar foto yang ingin kamu tiru. Kemudian tekan tombol Layer Mask di bagian bawah panel Layers. Pastikan ketika kamu mulai menggunakan Adjustment Layers nantinya dalam tutorial, kamu menempatkannya di antara fotomu dan foto yang ingin kamu tiru seperti yang didemonstrasikan di dalam screenshot. 4. Penyesuaian Exposure Film memiliki rentang dinamis luas yang inheren, jadi penting untuk sedikit memperbaiki exposure terlebih dahulu dengan menurunkan highlights, dan menaikkan shadows. Ini membuat foto tampak datar, but kamu akan memperbaiki ini nantinya. Ini membuat foto tampak datar, but kamu akan memperbaiki ini nantinya. Pertama-tama, buat Curves Adjustment Layer baru dengan pergi ke Layer > New Adjustment Layer > Curves. Kemudian, buat bentuk Sâ terbalik, seperti yang ditunjukkan dalam screenshot di bawah dialog dengan mengklik dan menarik garis. Bagian grafik yang berbeda mewakili bagian gambar yang berbeda. Sisi kiri mewakili shadows pada gambar, bagian tengah mewakili midtones, sementara sisi kanan mewakili highlights. Perhatikan bagaimana gambar saya kebanyakan dibentuk dari shadows dan midtones. Saya juga menaikkan exposure gambar sedikit dengan Adjustment Layer lainnya, karena itu sedikit underexpose. Pastikan kamu mendapatkan sebaran tone yang masuk akal di sepanjang rentang. 5. Menilai Tone Langkah berikutnya adalah menyesuaikan tone foto, dan coba dan cocokkan itu secara kasar pada gambar film yang ingin kamu replikasikan. Saya akan menggunakan metode Ben Secret mengenai tone dan kecocokan warna. Pertama-tama, buat 50% Grey Solid Colour Layer. Untuk melakukan ini, pergi ke menu Adjustment Layer, dan pilih Solid Color. Pilih 50% Grey, yaitu 128, 128, 128 dalam nilai RGB atau nilai Hex 808080. Tekan OK, dan tarik layer ini di atas semuanya dalam struktur Layer. Berikutnya, ubah Blending Mode layer solid color menjadi Color. 6. Mengedit Tone Pastikan kamu membuka histogram tool untuk bagian berikutnya dengan pergi ke Window > Histogram. Dengan menggunakan Rectangular Marquee tool, buat seleksi di sekitar foto yang ingin kamu replikasikan dan melihat histogram. Lihat bagaimana struktur highlights dan shadows, dan buat Curves Adjustment Layer persis di atas yang lainnya dalam struktur layer. Gunakan Curves untuk mengubah fotomu untuk mencoba dan mendapatkan struktur Tone serupa dengan mengklik dan menarik garis grafik untuk mengubah shadows, midtones dan highlights. Gunakan Rectangular Marquee Tool di atas kedua foto untuk menilai seberapa dekat dirimu. Perhatikan bagaimana di dalam contoh saya, gambar yang ingin saya replikasikan memiliki kontras yang cukup datar, dan shadows dan highlights tidak sangat kuat. Dalam gambar saya, saya mencapai ini dengan menaikkan shadows, dan menurunkan highlights. 7. Menilai Warna Sekarang foto memiliki tone serupa, kamu dapat berkonsentrasi dalam mencapai warna serupa. Pertama-tama, ubah Blending Mode pada layer Color Fill yang kamu buat sebelumnya menjadi Luminosity. Ini menunjukkan kamu sebuah perwakilan akurat dari warna foto. Di sini, kamu dapat menilai warna untuk ditambahkan, dan warna apa untuk ditarik dalam perbandingan. Untuk melakukan ini, Curves Adjustment Layer lainnya akan digunakan untuk mengedit Red, Green dan Blue channels secara tersendiri. Perhatikan bagaimana dalam foto saya, shadows berwarna coklat/hijau, dan di dalam foto saya mencoba melakukan replikasi, ada banyak tone biru dan magenta. Saya telah melingkarinya di dalam screenshot untuk menunjukkanmu apa yang saya maksud. Di dalam area foto lainnya yang ingin saya replikasikan, midtone memiliki sedikit bayangan ungu, dan Highlights memiliki warna hijau/coklat. 8. Mengedit Warna Untuk memulai, buat sebuah Curves Adjustment Layer. Mulai dengan menyesuaikan shadows pada gambar untuk mencocokkan dengan yang ingin kamu replikasikan, dan pergi melalui tiap channel Red, Green, dan Blue. Untuk mengedit warna-warna ini, tarik titik ujung tiap channel warna dan sesuaikan dengan menggeser baik secara vertikal atau horizontal. Di dalam contoh saya, semakin banyak warna biru yang perlu ditambahkan pada shadows, sehingga saya menaikkan titik dasar shadow pada channel blue, hingga nilai Output sekitar 30. Kemudian saya menggunakan lebih banyak titik untuk mengubah Curve, dan secara bertahap menarik itu kembali ke nilai normal menuju area highlights. Kemudian saya mengubah channel green dan menurunkan jumlah green dalam bayangan, dan kemudian berpindah ke channel red dan menurunkan jumlah red dalam shadows. Berikutnya, lakukan yang sama untuk midtones dan highlights, dengan menyesuaikan bagian curve yang berbeda dalam tiap channel warna. Itu merupakan proses eksperimental pada awalnya, namun kamu akan memperoleh sebuah pemahaman mengenai curve dan bagaimana warna berpadu di antara channel. Perhatikan bagaimana ada lebih banyak kemiripan antara warna kedua foto sekarang ini. Kamu dapat melihat ini dengan jelas di dalam peta warna. Sekarang, hapus Fill Color layer karena kamu sudah tidak memerlukannya lagi. 9. Vibrance and Saturation Berikutnya, tambahkan Vibrance Adjustment layer. Slider Vibrance digunakan untuk menyesuaikan hanya warna yang lebih lemah dalam foto tanpa mempengaruhi warna lainnya yang telah cukup menonjol dan jenuh. Namun, slider Saturation mempengaruhi gambar secara keseluruhan, dan semua warna akan disesuaikan. Sesuaikan nilai-nilai ini untuk mencocokkan tampilan yang ingin kamu coba buat. Di dalam contoh saya, keseluruhan gambar tampak terlalu jenuh, namun beberapa warna yang lebih lemah perlu dibuat lebih kuat. Saya menurunkan nilai Saturation slider sekitar 10, sembari menaikkan Vibrance slider sekitar 20. Ini memberikan warna-warna pada gambar saya tampilan yang jauh lebih merata, dan lebih cocok dengan film yang ingin saya coba replikasikan. 10. Tekstur dan Kontras Bagian berikutnya pada tutorial ini adalah proses penyelesaian. Kamu dapat mulai menjadi sedikit lebih kreatif dan bersenang-senang. Untuk memulai proses penyelesaian dan membuat gambar tampak lebih otentik, penggunaan tekstur merupakan cara bagus untuk menambahkan penuaan. Metode yang akan saya tunjukkan juga memberikan kontras yang sangat datar dalam bayangan pada foto. Pertama-tama, scan selembar kartu hitam atau abu-abu tua pada resolusi yang cukup tinggi 300dpi atau di atasnya. Semakin tergores dan berdebu itu, semakin bagus, karena ini hanya akan menambahkan tampilan pada foto akhir. Saya telah menyediakan sendiri scan dalam sebuah file pada asset untuk digunakan pada fotomu sendiri. Berikutnya, import scan ke dalam dokumen Photoshop, dan tempatkan itu di atas semua adjustment layer. Atur Blending Mode menjadi Lighten, dan sesuaikan Opacity layer ini agar cocok dengan kendali kekuatan efek. Saya telah menyesuaikan Opacity menjadi 50% karena itu terlalu kuat pada 100%. 11. Debu Film dan Goresan Tambahan Untuk menambahkan layer keaslian lainnya di atas tekstur, saya telah menambahkan sebuah tekstur debu dan goresan yang dibuat oleh DeviantArt user ChangDang. Ingatlah untuk memberikan kredit ke author ketika menggunakan itu secara online, dan selalu meminta izin tertulis jika kamu ingin menggunakannya secara komersial. Tambahkan tekstur pada dokumen Photoshop dan ubah ukurannya untuk menutupi keseluruhan gambar dengan menekan Ctrl-T. Coba dan ubah ukurannya secara proporsional untuk mempertahankan bentuk debu dan goresan tetap sama dengan menahan Shift ketika melakukan perubahan ukuran. Berikutnya, atur Blending Mode menjadi Lighten, dan lihat debu dan grain muncul. Efek berterkstur tampak fantastis menurut pendapat saya! Jika efek terlalu melebihi seleramu, kamu dapat menggunakan Layer Mask untuk membuang area tekstur yang tidak kamu inginkan. Kamu juga dapat menggunakan slider Opacity untuk menyesuaikan seberapa kuat efek secara keseluruhan. 12. Grain Film memiliki grain alami yang sangat sulit ditiru aslinya. Namun Noise filter cukup bagus untuk ini, dan saya akan menggunakannya untuk menambahkan grain yang tampak natural. Pertama-tama, duplikasikan layer foto aslimu dengan menekan Ctrl-J. Ini murni dibuat sebagai anti gagal. Kemudian dengan memilih layer baru, pergi ke Filter > Convert for Smart Filters. Ini membuat semua filter diterapkan pada layer ini dapat diedit kapanpun dan tidak mempengaruhi gambar asli secara permanen. Berikutnya, pergi ke Filter > Noise > Add Noise. Untuk jumlah, pilih sekitar 7% untuk grain halus, atau lebih banyak jika kamu ingin sebuah tampilan yang sangat seperti pasir. Pastikan Distribution section pada tombol Gaussian dicentang, dan bagian bawah kotak dialog, kotak Monochromatic juga dicentang. Ini membuatnya jauh lebih mirip seperti grain film halus, daripada noise sensor tambalan. 13. Vignetting Akhirnya, untuk sentuhan akhir, sebuah vignette juga merupakan cara luar biasa untuk tidak hanya melengkapi tampilan, namun memfokuskan perhatian penonton pada subyek. Dengan memilih layer foto duplikat salah satu yang baru saja kamu terapkan noise pergi ke Filter > Lens Correction. Klik pada tab Custom, dan cari bagian berjudul Vignette. Ini normalnya digunakan untuk memperbaiki permasalahan vignetting ketika memproses file raw, namun kita ingin menambahkannya secara buatan. Tarik slider Amount ke bawah menuju nilai negatif. Sekitar â45 hingga â50 merupakan efek yang cukup kuat. Di bawah bagian Midpoint, gunakan slider untuk mengendalikan bagaimana vignette jatuh menuju tepi, dan tekan OK ketika selesai. Terakhir, sembunyikan layer yang kamu beri nama Replicate, dan simpan gambarmu! Metode, Software dan Plug-in Alternatif Sebuah cara alternatif untuk memproses fotomu agar tampak seperti film adalah menggunakan software, plugin, dan preset tersendiri. Walaupun tidak seunik membuat sendiri efek dan bereksperimen, dengan menggunakan mereka dapat menjadi penghemat waktu ketika kamu menginginkan cara cepat untuk membuat hasil yang layak. Mereka menawarkan fleksibilitas dalam memungkinkanmu menyesuaikan efek secara lengkap. Actions atau Presets Ada sejumlah action atau preset yang tersedia di GraphicRiver, yang dapat memberikan tampilan film, hanya dengan beberapa klik. 1. Cinematic Photo Effects untuk Photoshop Cinematic Photo Effects Action Pack oleh Artorius/Graphic RiverDengan 10 efek pilihan, action ini dapat memberikan semuanya dari tampilan jalanan yang kita bahas sebelumnya, hingga sesuatu yang mengingatkan era Film Noir. 2. 37 Cinema Hollywood Movie FX Bundle untuk Photoshop 37 Cinema Hollywood Movie FX Bundle oleh 2mediax/Graphic RiverGunakan sendiri atau bersamaan dengan yang lainnya di dalam paket untuk melimpahnya pilihan editing. Semuanya non-destruktif dan dapat disesuaikan kebutuhan. 3. Faded Films - 72 Film & Retro Effect untuk Photoshop Faded Films - 72 Film & Retro Effect oleh sparklestock/Graphic RiverAction ini memberikanmu banyak pilihan dan semuanya berjalan sangat cepat, sehingga kamu dapat menguji, mencampur dan memadukan hingga sesuai seleramu. 4. HQ Film Emulation Actions untuk Photoshop HQ Film Emulation Actions oleh LucianaB/Graphic RiverPilih dari 8 action dan 2 tekstur bermutu tinggi untuk memberikan tampilan film vintage pada gambarmu. Semua layer dapat diedit dan non-destruktif. 5. Cinematic Lightroom Presets Cinematic Lightroom Presets oleh Artorius/Graphic RiverCinematic Lightroom Effects berisi 10 preset foto Lightroom yang didesain untuk memberikan drama pada gambar. Mencakup War Movie, fashion shoot, street reality, Historic/Action Drama 1+2, Fantasy/Dreamy, Thriller, Sepia-like, 60âs Western and Film noir. The Nik Collection VSCO Film 03Alternatif lainnya adalah Nik Software plug-in suite, gratis dari Google untuk Photoshop, Lightroom dan Aperture, Nik Software suite menawarkan berbagai pilihan editing. Color Efex Pro 4 dan Silver Efex Pro 2 merupakan plug-ins yang menonjol, dan menawarkan kemampuan editing untuk membantumu mendapatkan tampilan film. Silver Efex, secara khusus, memiliki sejumlah preset film hitam putih yang meniru berbagai pabrikan seperti Ilford, Kodak, dan Fuji. Ini semua dapat diedit dan menawarkan kendali baik terhadap struktur grain, kelembutan, dan warna dan tone keseluruhan. Silver Efex Pro 2Kesimpulan Saya harap tutorial ini telah membantumu mengerti bagaimana kamu bisa membuat sebuah tampilan film asli untuk digunakan dalam foto. Kamu juga hendaklah sekarang mengetahui situasi apa untuk menggunakannya dan beberapa cara berbeda untuk mendapatkan tampilan yang kamu inginkan. Pastikan untuk bereksperimen dengan efek-efek ini dan buat sendiri versi film favoritmu, atau buat sebuah tampilan yang benar-benar baru. Saya akan senang melihat beberapa fotomu yang terinspirasi dari film, jadi pastikan untuk memasang sebuah tautan di dalam komentar di bawah dan jika kamu memiliki saran untuk dibagikan, silahkan berkomentar. Gambar Akhir